Profil Hakim
 
Abdul Mukthie Fadjar
Alamat :
Jl. Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta Pusat
Tempat / Tanggal Lahir :
Yogyakarta, 24-12-1942
Agama :
Islam
Jabatan :
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI

Masa Jabatan
Tahun 2003 s/d Tahun 2008
Pendidikan :

S1 FH UGM, 1970 S2 Unair, 1985.

Karir :

Jalur karir pria kelahiran Yogyakarta, 24 Desember 1942 ini senantiasa berada pada dunia pendidikan. Setelah menamatkan pendidikannya di FH Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1970, ia menjadi Dosen Biasa (Tetap) di Universitas Brawijaya (Unibraw) sejak 1971-2005. Pengalaman mengajar pria yang kemudian mengambil gelar master di Universitas Airlangga (Unair) ini sangatlah banyak, antara lain sebagai Dosen Program Pasca Sarjana di Unibraw (1997-sekarang) dan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur. Beberapa pendidikan tambahan yang diperolehnya antara lain Post Graduate Study on International Law di Universitas Padjajaran (1975), Pendidikan Lanjutan I dan II Hukum Tata Negara/Hukum Administrasi di Universitas Airlangga (1975-1976), Penataran Ketahanan Nasional kerja sama Unbraw dan Lemhanas (1975), dan Comparative Study on University Management and Administration di beberapa universitas di Australia (1992) dan di Eropa (1996). Segudang pengalaman dalam memegang jabatan di lembaga pendidikan maupun pemerintahan dimiliki pria yang dua kali terpilih sebagai Dosen Teladan di FH Unibraw (1976 dan 1983). Jabatan-jabatan tersebut antara lain menjabat sebagai Kepala Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum FH Unibraw (1974-1978), Ketua Jurusan HTN FH Unibraw (1983-1989), Dekan FH Unibraw (1988-1992), Pemimpin Redaksi Jurnal Arena Hukum FH Unbraw (1974-1994), Pembantu Rektor III/Pjs. Dekan FH Universitas Widyagama Malang (1985-1987), Rektor Universitas Widyagama Malang (1995-1999 dan 1999-2003), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur (Mei-Agustus 2003), Hakim Konstitusi (2003-2008). Selain itu ia juga ikut dalam berbagai organisasi sebagai Ketua Asosiasi Pengajar HTN/HAN Jawa Timur, Ketua Dewan Etik Malang Corruption Watch (MCW), Ketua Dewan Pakar Institute for Strengthening Transition Society Studies (In-TRANS), Anggota Dewan Pembina YLBHI (2000-2005), dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Malang. Penerima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun (1995) ini menyadari benar bahwa MK lahir ketika kondisi kehidupan politik dan hukum Indonesia sedang mengalami krisis kepercayaan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi dirinya ketika terpilih sebagai hakim konstitusi. Namun demikian komitmen pria yang memiliki moto bekerja untuk beribadah sangat kuat untuk menjadikan MK sebagai pelaku kekuasaan kehakiman yang terpercaya dalam mengawal konstitusi untuk mewujudkan negara hukum yang demokratis dan bermartabat.

Organisasi :
Mahkamah Konstitusi RI
Profil Selengkapnya Klik Disini